Sahabatku, Si Kucing Bersepatu

Sahabatku, Si Kucing Bersepatu (2)
  • Title:Sahabatku, Si Kucing Bersepatu
  • Writer:Shalini Srinivasan
  • Illustrator: Lydia Billa
  • Pages:24
  • Publisher:Pratham Books
  • Supported by:badanbahasa.kemdikbud.go.id
  • Licensed under CC BY NC 4.0

Pada suatu hari, seekor penjelajah terjatuh dari langit. Dia mendarat di tengah-tengah ladang tomat. Amanda dan kakeknya, Thatha, bergegas ke luar rumah. Semua tomat mereka hancur berantakan. Hanya tersisa sebuah sepatu di tengah ladang. Amanda mengambil sepatu itu.Sebuah cakar muncul dan mencakarnya. Ow! “Aduh! Kuhukum kau Kucing Bersepatu jahat!” pekik Amanda.Kucing Bersepatu itu mulai menguap.

Seberapa Jauh "Jauh" Itu?

Seberapa Jauh Jauh Itu (2)
  • Title:Seberapa Jau “Jauh” Itu?
  • Writer:Sukanya Sinha
  • Illustrator: Regina Dyani, Fahmi Aziz I.
  • Pages:28
  • Publisher:Pratham Books
  • Supported by:badanbahasa.kemdikbud.go.id
  • Licensed under CC BY NC 4.0

Hari ini, kita akan menaiki tangga bersama. Tangga ini sedikit tidak biasa. Di tangga ini, jarak antar anak tangganya semakin besar, besar, dan terus membesar saat kamu menaikinya, bertambah 10 kali lipat setiap langkahnya. Terkadang, kita akan menaiki satu anak tangga dan di lain waktu kita akan melewati beberapa anak tangga sekaligus.

Lucunya, kita bahkan tidak tahu di mana anak tangga yang terakhir atau apakah tangga ini tidak ada ujungnya. Ayo perjalanan seru akan dimulai!

Sapi Bertanduk Satu

Sapi Bertanduk Satu (2)
  • Title:Sapi Bertanduk Satu
  • Writer:Khotatso Ranoosi
  • Illustrator: Nabilla F. Azhari
  • Pages:24
  • Publisher:Pratham Books
  • Supported by:badanbahasa.kemdikbud.go.id
  • Licensed under CC BY NC 4.0

Waaah!Ada seekor sapi yang menarik di rumah.

Ia hanya memiliki sebuah tanduk dan tidak berekor.
Tubuh sapi itu gemuk dan perutnya besar sekali.

  • Title:Senyum Sizwe
  • Writer:Vianne Venter
  • Illustrator: Diyan Bijac
  • Pages:24
  • Publisher:Pratham Books
  • Supported by:badanbahasa.kemdikbud.go.id
  • Licensed under CC BY NC 4.0

Beberapa hari ini hujan selalu turun dan semua orang jadi tidak ceria.

Ya, semua orang, kecuali Sizwe yang selalu bangun pagi dan tersenyum.

“Halo, Sizwe! Senyummu benar-benar ajaib,” kata Gogo, nenek Sizwe.

“Apakah senyum itu untukku?”

Sizwe memegang bibirnya.

“Eh, tetapi ini senyumku, Gogo,” jawab Sizwe.

Ceritapedia

Contributors

pdf.ebookanak.com adalah situs berbagi produk digital PDF untuk membantu pembaca mendapatkan bacaan dari sumber resmi di bawah lisensi creative commonsdan domain public yang dapat didownload dan dibaca secara gratis untuk kebutuhan pendidikan, sosial, dan kebutuhan lainnya, namun tidak untuk diperjualbelikan atau dikomersialkan.

Scroll to Top